Pages

meta tags


Cara mengubah tampilan blog, yaitu:
-        Siapkan template terlebih dahulu, download
-        Login blog
-        Template
-        Back up/restro
-        Upload

Cara menggunakan “metta tags” yakni:
·           Ketika di halaman web : rangking today
·           Lalu klik meta tags analyzer atau bisa juga Meta Tags Generator
·           Kemudian isi profil suatu blog agar ketika orang lain mencara maka blog kita dapat dikenal oleh google. Ada beberapa hal yang harus di isi, yaitu:
a.    Page tittle (nama blog)
b.    Description
c.    Meta Keywords ( kata kunci yang ada dalam konten blog
d.    Author
e.    Copyright
f.    Email adress
    

Jurnalistik Online


Jurnalistik online (online journalism) – disebut juga cyber journalism, jurnalistik internet, dan jurnalistik web (web journalism) – merupakan “generasi baru” jurnalistik setelah jurnalistik konvensional (jurnalistik media cetak, seperti surat kabar) dan jurnalistik penyiaran (broadcast journalism; radio dan televisi).
            
Pengertian jurnalistik online terkait banyak istilah, yakni jurnalistik, online, internet, dan website.

Jurnalistik dipahami sebagai proses peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi (aktual) atau berita melalui media massa. Secara ringkas dan praktis, jurnalistik bisa diartikan sebagai “memberitakan sebuah pristiwa”.
            
Online dipahami sebagai keadaan konektivitas (ketersambungan) mengacu kepada internet atau world wide web (www). Online merupakan bahasa internet yang berarti “informasi dapat diakses di mana saja dan kapan saja” selama ada jaringan internet (konektivitas).

Internet (kependekan dari interconnection-networking) secara harfiyah artinya “jaringan antarkoneksi”. Internet dipahami sebagai sistem jaringan komputer yang saling terhubung. Berkat jaringan itulah yang ada di sebuah komputer dapat diakses orang lain melalui komputer lainnya. Internet “menghasilkan” sebuah media dikenal dengan “media online” utamanya website.

Website atau site (web) adalah halaman mengandung konten (media), termasuk teks, video, audio, dan gambar. Website bisa diakses melalui internet dan memiliki alamat internet yang dikenal dengan URL (Uniform Resource Locator) yang berawalan www atau http:// (Hypertext Transfer Protocol). 

Dalam pengertian ketiga kata diatas, jurnalistik online dapat didefinisikan menjadi sebuah proses penyampaian informasi melalui media internet. 

Karena merupakan perkembangan baru dalam dunia media, website pun dikenal juga dengan sebutan “media baru” (new media) vis a vis media konvensional-koran, majalah, radio, dan televisi. 

Hal baru dalam “new media” antara lain informasi yang tersaji bisa diakses atau dibaca kapan saja dan di mana pun, diseluruh dunia, selama ada komputer dan perangkat lain yang memiliki koneksi internet.


Prinsip Jurnalistik Online
Menurut Paul Bradshaw dalam “Basic Principal of Online Journalism” menyebutkan, ada lima prinsip dasar jurnalistik online yang disingkat B-A-S-I-C, yakni Brevity, Adaptability, Scannability, Interactivity, Community, and Coversation.

1.        Keringkasan (Brevity)
Berita online dituntut untuk ditulis secara ringkas, karena banyak pengguna yang hanya mempunyai sedikit waktu untuk membaca dan ingin tahu langsung segi informasinya seperti apa. Hal ini, dikarenakan untuk menyesuaikan kehidupan manusia dan tingkat kesibukannya yang makin tinggi.

2.        Kemampuan beradaptasi (Adaptability)
Wartawan harus mampu menyesuaikan diri ditengah kebutuhan publik. Dengan adanya kemajuan teknologi dapat menyajikan berita dengan cara membuat berbagai keragaman cara.

3.        Dapat dipindai (Scannability)
Untuk memudahkan para audiens, situs-situs terkait dengan jurnalistik online hendaknya memiliki sifat dapat dipindai, agar pembaca tidak perlu merasa terpaksa dalam membaca informasi atau berita.

4.        Interaktivitas (Interactivity)
Komunikasi dari publik kepada jurnalis dalam jurnalisme online sangat dimungkinkan dengan adanya akses yang semakin luas. Pembaca atau viewer dibiarkan untuk menjadi pengguna (user).

5.        Komunitas dan Percakapan (Community and Conversation)
Media online memiliki peran yang lebih besar daripada media cetak atau media konvensional lainnya, yakni sebagai penjaring komunitas. Jurnali online juga harus memberi jawaban atau timbal balik kepada publik sebagai sebuah balasan atas interaksi yang dilakukan publik tadi.

Karakteristik Jurnalistik Online
            Mike Ward dalam Journalism Online (focal Press, 2002) menyebutkan beberapa karakteristik jurnalistik online sekaligus yang membedakannya dengan media konvensional (keunggulan), yaitu:

ü    Immediacy
Kesegaran atau kecepatan penyampaian informasi

ü    Multiple Pagination
Bisa berupa ratusan page (halaman), terkait satu sama lain, juga bisa dibuka tersendiri (new tab/new window)

ü    Multimedia
Menyajikan gabungan teks, gambar, audio, video, dan grafis sekaligus.

ü    Flexibility Delivery Platform
Wartawan bisa menulis berita kapan saja dan di mana saja, di atas tempat tidur sekalipun.

ü    Archieving
Terarsipkan, dapat dikelompokkan berdasarkan kategori (rubrik) atau kunci (keyword, tags), juga tersimpan lama yang dapat diakses kapanpun.
ü    Relationship with reader
Kontak atau interaksi dengan pembaca dapat “langsung” saat itu juga melalui kolom komentar dan lain-lain.

Jurnalistik Masa Depan

Kenapa disebut jurnalistik massa depan, karena digolongkan kedalam 3 generasi yakni :
-              Generasi I, dalam generasi pertama sarana media yang paling konvensional yaitu seperti, koran, majalah, tabloid dan bulletin.
-              Generasi II, elektronik journalism seperti TV dan radio merupakan sarana yang paling konvensinal
-              Generasi III, dalam generasi ke tiga ini journalism online sarana yang paling konvensional dan perkembangannya semakin hari semakin pesat dan berkembang.

referensi :
Buku jurnalistik online (Asep Syamsul M. Romli)